Materi Pembekalan PLPbD
Tujuan PLPbD adalah sebagai wahana bagi mahasiswa calon guru untuk berlatih agar memiliki kemampuan memperagakan kinerja dalam situasi nyata, baik dalam kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya sesuai tuntutan standar pendidikan nasional/Lembaga. Setelah mengikuti kegiatan PLPbD para mahasiswa diharapkan dapat memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan bidang studi yang disertai dengan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui kegiatan sebagai berikut: 1) menelaah kurikulum dan perangkat pembelajaran yang digunakan guru; 2) menelaah strategi pembelajaran yang digunakan guru; 3) menelaah sistem evaluasi yang digunakan guru; 4) membantu guru dalam mengembangkan RPP, media pembelajaran, bahan ajar, dan perangkat evaluasi; 5) menelaah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran; 6) latihan mengajar dengan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing dengan tujuan merasakan langsung proses pembelajaran, serta pemantapan jati diri calon pendidik; 7) melaksanakan tugas-tugas pendampingan peserta didik dan kegiatan ekstrakurikuler; 8) membantu guru dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan administasi guru; dan 9) Menelaah pola belajar dengan cara baru di tengah pandemi Covid-19.

Sambutan Rektor Undiksha

Falsafah Tri Hita Karana sebagai Landasan Undiksha Unggul

Strategi Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19

Pemanfaatan Media Pembelajaran Daring

Panduan Penggunaan Sistem PPL

FAQ Terkait Kegiatan PLPbD

1Berapa lama kegiatan PLPbD di sekolah mitra berlangsung?
8 minggu efektif, dari 10 Agustus 2020 sampai dengan 17 Oktober 2020
2Apa yang dilakukan setelah mengikuti pembekalan?
1) Mengunduh surat pengantar (dan lampiran) untuk diserahkan kepada pihak sekolah/Kepsek. 2) Mengajukan permohonan untuk mendapatkan Guru Pamong. 3) Menginput identitas guru pamong pada sistem 4) Melengkapi identitas sekolah dan kepala sekolah yang masih belum lengkap pada sistem
3Bolehkah guru pamong belum PNS?
Boleh dengan tetap mengacu pada syarat-syarat sebagaimana yang diatur dalam buku pedoman.
4Bolehkah mengampu kelas lebih besar dari ketentuan jumlah 5-10 orang dalam 1 kelas?
Boleh, sesuai dengan pertimbangan sekolah/kebijakan.
5Bolehkah guru pamong saya belum PNS?
Boleh dengan tetap mengacu pada syarat-syarat sebagaimana yang diatur dalam buku pedoman.
6Apakah guru pamong dan kepala sekolah mendapatkan sertifikat?
Ya. Karena itu, silakan mengisi data sesuai kebutuhan yang ada di sistem.
7Berapa minimal jam mengajar minimal yang harus dilakukan?
Minimal 2 kali dalam seminggu dengan durasi waktu minimal 1 jam pelajaran di setiap sesi.
8Bagaimana bimbingan dilakukan?
Bimbingan dapat dilakukan melalui fitur yang ada pada sistem dan dibantu dengan bimbingan melalui media yang lain, seperti WA, email, dll.
9Bagi daerah zona hijau, bolehkah pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka?
Boleh, sesuai arahan Rektor dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
10Apa saja yang perlu dilakukan di minggu pertama (masa observasi dan orientasi)?
Selain mengisi data (sekolah, kepela sekolah, dan guru pamong), juga menyusun program kerja sesuai keadaan sekolah dengan melakukan konsultasi penyusunan dengan guru pamong dan dosen pembimbing.
11Berapa kali dosen pembimbing dan guru pamong menginput nilai latihan pada sistem?
Minimal 2 kali
12Berapa kali bimbingan dengan dosen pembimbing?
3 kali (di luar ujian). Satu kali pada saat masa orientasi dan observasi. Dua kali saat latihan mengajar.
13Apa yang dinilai dalam PLPbD?
Ada 4 komponen: (1) Perencanaan pembelajaran, (2) Pelaksanaan pembelajaran, (3) Kompetensi kepribadian dan sosial, dan (4) blog
14Kapan ujian dilaksanakan?
Pada minggu ‘ujian’ yang telah ditetapkan dan telah memenuhi syarat minimal jam mengajar.
15Bagaimana ujian dilaksanakan?
Pengaturan ujian dikonsultasikan dengan guru pamong dan dosen pembimbing.